Jumat, 16 Februari 2018

Menkominfo Jelaskan Registrasi Kartu Prabayar

Menkominfo Jelaskan Registrasi Kartu Prabayar

Menkominfo Rudiantara menegaskan kembali ajakan untuk segera melakukan registrasi prabayar. Masyarakat yang telah mendaftarkan nomornya telah mencapai sekitar 190 juta nomor prabayar seluler. Rudiantara menandaskan kalau registrasi ini gratis tidak berbayar hanya menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (Nomor KK).

Rudiantara menekankan pentingnya registrasi prabayar seluler yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan pengguna telekomunikasi.

"Siapa yang belum pernah menerima sms mama minta pulsa, siapa yang belum pernah menerima kredit? kita tidak tahu siapa yang mengirim. Tujuan registrasi nomor untuk mengurangi ketidaknyamanan tersebut jika nanti ada tindakan oleh penegak hukum, akan memudahkan mereka," kata Rudiantara saat acara lawatannya dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Kota Padang.

Selanjutnya Rudiantara kembali memberikan penyadaran pentingnya pemanfaatan media sosial secara bijak. Rudiantara menjelaskan pengguna Internet mengalami peningkatan signifikan. Di 2016 terdapat 132 juta pengguna, sedangkan akhir 2017 diperkirakan mendekati 140 sampai dengan 150 juta pengguna Internet. Data Internet terkini sedang digodok oleh APJII. Berapa jumlah pengguna medsos dari pengguna Internet tersebut?

"Diperkirakan sekitar 90 persen pengguna Internet adalah pengguna media sosial. Peningkatan pengguna Internet dan media sosial tentu harus dibarengi dengan kesadaran bagaimana tools ini dimanfaatkan. Jangan sampai justru menjadi media penyebaran Hoaks, yang dapat diartikan berita bohong, berita direkayasa atau fake news dan lain-lain," tuturnya.

Dalam kesempatan ini Rudiantara juga memberikan penjelasan tip atau cara agar terhindar dari Hoaks agar masyarakat dapat semakin mengerti dan memahami agar tidak ikut-ikutan menyebarkan Hoaks.

"Gunakan kelompok-kelompok medsos untuk hal-hal yang berguna, positif dan hindari yg negatif. Manfaatkan untuk mengerjakan PR bagi mahasiswa, mempromosikan produk seperti kue dan lain-lain, jadi gunakan untuk hal positif," paparnya.

Pada akhir pidatonya Rudiantara menandaskan kepada seluruh peserta untuk menyikapi secara bijak dalam media sosial.

"Tabayyun, tabayyun dan tabayyun. Jangan buang-buang pulsa paket data hanya untuk menyebarkan ketidakbaikan, berita hoaks, karena ini adalah doa berjamaah," tegas dia.

0 komentar:

Posting Komentar